Cakrawala tabloid online - Info pendidikan – Banyak universitas dan
perguruan tinggi sesumbar bahwa mereka adalah Universitas Ungul dan
sudah mendunia. Istilah kerennya World Class University. Kata-kata
hebat itu sering kita dengar dalam perbincangan, tetapi sampai
sekarang belum ada definisi yang pasti tentang apa itu World Class
University.
Kelas dunia atau “world class” menurut kamus adalah
“ranking among the foremost in the world, of an international standard
of excellence” (menduduki ranking di antara yang terdepan di dunia,
mempunyai standart keunggulan internasional). Dengan kata lain sebuah
universitas yang telah menduduki ranking tertentu dapat diartikan telah
masuk dalam kategori World Class University.
Cakrawala tabloid
online - Info pendidikan - Menurut Philip G Albach dalam The Costs and
Benefits of World Class Universities (2005) adalah universitas yang
memiliki ranking utama di dunia dan memiliki standar internasional dalam
keunggulan (exellence) mencakup : (1) Keunggulan dalam riset yang
diakui masyarakat akademis internasional melalui publikasi
internasional. (2) Keunggulan dalam tenaga pengajar (profesor) yang
berkualitas tinggi dan terbaik dalam bidangnya. (3) Keunggulan dalam
kebebasan akademik dan kegairahan intelektual. (4) Keunggulan manajemen
dan governance. (5) Fasilitas yang memadai untuk pekerjaan akademis
(perpustakaan yang lengkap, laboratorium yang mutakhir).(6) Pendanaan
yang memadai untuk menunjang proses belajar mengajar dan riset. (7)
Keunggulan dalam kerjasama internasional dalam program akademis dan
riset.
Lebih lanjut Altbach mengatakan bahwa keunggulan dalam
bidang penelitian menjadi jantung konsep kelas dunia. Penelitan yang
unggul adalah penelitan yang telah diakui oleh sesama ilmuwan dan yang
memperkaya pengembangan ilmu pengetahuan. Karena penelitan adalah elemen
utama, maka aspek-aspek lain dari universitas juga perlu mendukung
terciptanya penelitian yang berkualitas. Oleh karena itu dosen-dosen
yang berkualitas tentu saja sangat penting sehingga perlu diciptakan
kondisi kerja yang baik. Penciptaan kondisi ini penting untuk
meningkatkan semangat kerja.
Kebebasan akademik dan atmosfer
intelektual juga sangat penting pada world class university. Ini berarti
bahwa para dosen dan mahasiswa harus bebas mencari ilmu sampai di
tingkat apapun dan mereka bebas mempublikasikan karya mereka tanpa takut
sanksi, baik dari otoritas akademik atau otoritas luar perguruan
tinggi. Di beberapa negara, kebebasan akademik dijamin sekali, tetapi di
beberapa negara ada batasan-batasan tertentu, terutama yang berkaitan
dengan masalah sosial politik.
Pengelolaan lembaga pendidikan
tinggi juga penting. World class university mempunyai kemandirian di
dalam mengelola urusannya sendiri, mempunyai tradisi yang mendarah
daging, yang dapat menjamin bahwa masyarakat akademik (dosen, mahasiswa
dan staf) memiliki pengaruh terhadap elemen utama kehidupan akademik,
yaitu mahasiswa baru, kurikulum, kriteria kelulusan, pengangkatan dosen
dan profesor dan arah utama karya akademik institusi tersebut.
Fasilitas yang memadai untuk kegiatan akademis juga penting. Riset dan
pengajaran yang berkualitas harus memiliki akses terhadap perpustakaan
dan laboratorium yang sesuai, serta akses ke internet dan sumber-sumber
daya elektronik lainnya. Dengan semakin meningkatnya kompleksitas dan
cakupan pengembangan sains, biaya untuk menyediakan akses tersebut
menjadi lebih tingggi.
Dana adalah hal penting bagi perguruan
tinggi. Dana ini tidak hanya diperlukan untuk setahun atau dua tahun.
Ketersediaan dana itu harus konsisten dan bersifat jangka panjang. Dana
ini tidak saja untuk tetap melakukan aktivitas penelitian dan pengajaran
rutin saja, tetapi juga untuk terus menumbuhkan riset. Pendanaan
merupakan tantangan khusus di lingkungan perguruan tinggi karena di
banyak negara pemerintah mengurangi atau bahkan menarik pendanaan
rutinnya dari perguruan tinggi. Tanpa kemampuan penggalaian dana yang
baik, sulit mengembangkan dan mempertahankan predikat world class
university. Di dalam konteks Indonesia, meningkatnya jumlah sumbangan
penyelenggaraan pendidikan dan sejenisnya dirasa memberatkan bagi
sejumlah kalangan.
(Sumber: http://beasiswaunggulan.kemdiknas.go.id/)
ilmuekonomi
Senin, 04 Juni 2012
Minggu, 27 Mei 2012
kuliah dan kerja bisa sukses
Latarbelakang
1. Tidak tau mau kemana setelah tamat sekolah
2. Bisa kah kuliah menjadi sukses ?
3. Bisa kah kerja menjadi sukses ?
Pada masa berakhirnya sekolah menengah atas (SMA) banyak kalang remaja yang bingung setalah itu mau kemana kah kita melangkah selanjutnya apa kah kita kuliah atau bekerja dulu. Mereka tidak tau pasti ingin mau ambil apa karena kurangnya informasi atau masukan yang meyakinkan mereka untuk mengambil keputusan. Banyak sekali remaja era saat ini yang salah mengambil keputusan tanpa pertimbangan atau nasehat dari orang tua karena anak jaman sekarang tuh malu minta pendapat orang tua dan malasnya mencari informasi, selalu seenaknya berbuat sendiri, merasa sudah besar bisa melangkah tanpa mempertimbangkannya. Untuk mengambil sebuah keputusan kita harus melihat kemampuan dalam arti luas yaitu dorongan hati logis sebuah otak yang mendorong terciptanya kesuksesaan dalam hidup. Beberapa faktor yang jika kita telaah arti kesuksesaaan itu adalah KEMAMPUAN, USAHA, dan KOMUNIKASI !
Banyak orang yang bercita-cita kan setelah saya lulus SMA ingin melanjutkan ke perguruan tinggi karena jika saya kuliah segala sesuatu nya pasti lebih mudah untuk masa depannya dan ada pula yang ingin bekerja dulu agar bisa membahagiakan orangtua nya. Semua itu tidak semudah apa yang kita pikirkan banyak sekali faktor-faktor yang mempengaruhi jalan menuju kesuksesan. Kuliah atau pun kerja bisa sukses jika kita meyakinin kegiatan yang kita lakukan. Terkadang banyak orang yang kuliah suka melecehkan teman yang kerja, karena dia berpandangan orang yang lulusan SMA langsung bekerja bisa apa paling juga jadi pembantuan saja. Ada pula seseorang yang ingin kuliah tetapi terbentur oleh faktor ekonomi yang membuat dia jatuh tetapi dia kembali bangkit dan akhirnya dia bisa kuliah gratis sampai lulus. Tentu semua itu butuh proses atau pengorbanan yang sulit. Untuk itu saya akan memberikan contoh bagi kalian semua.
ada 2 buah kisah yang saya ingin sampaikan yaitu kisah pertama seorang anak yang kuliahnya gratis sampai dia lulus dan kisah kedua seorang anak yang tidak bisa kuliah tetapi sukses dalam kerjanya padahal sama-sama lulusan SMA.
kisah pertama ialah saya mempunyai seorang teman waktu di SMA dia sangat rajin, ulet, dan multitalent yang artinya dia bisa melakukan semua kegiatan dan menjadi yang terbaik dalam kegiatan tersebut, pada akhir masa-masa sekolah SMA dia mempunyai nilai yang cukup tinggi dan dia pun di terima di universitas negeri tinggi tetapi malang nasibnya dia harus membayar uang gedung dan semesternya, dia pun tidak mampu membayarnya karena keluarganya kurang dalam masalah ekonomi akhirnya dia tidak jadi melanjutkan kuliah di universitas tersebut, tetapi dia tidak hanya berdiam diri saja dan putus asa dia pun bertindak cepat mencari jalan keluarnya. Pada saat itu ada sebuat universitas yang melakukan tes kepada calaon mahasiswa yang ingin kuliah gratis dengan mendapatkan beasiswa akhirnya dia ikut melakukankan tes tersebut dan belajar dengan sungguh-sungguh agar tercapainya cita-cita. Setelah dia mengikuti dan melihat langsung hasilnya dia sangat gembira sekali bahwa namanya ada dalam hasil tes tersebut, dan dia sujud syukur kepada Allah swt karena dengan bantuan-NYA lah dia bisa berhasil lulus dalam tes itu tidak lupa juga berterima kasih kepada kedua orangtuanya yang memberi doa restu kepadanya.
Kisah yang kedua ialah kisah yang mana ada seorang perempuan yang ingin sekali kuliah tetapi semua itu hanya mimpi baginya,mengapa demikian ? dikarenakan lagi-lagi faktor ekonomi yang menghambatnya untuk berprestasi. Temen saya yang satu ini sama kasusnya dengan kasus yang pertama karena dia pun sudah mengikuti berbagai tes yang menjalankan program beasiswa atau kuliah gratis tetapi waallahualam hasilnya kurang baik dia tidak di terima karena mungkin IQ dan skillnya kurang dalam memahami soal yang diberikan atau mungkin ada faktor lain yang bisa menjadikan dia tidak diterima, sempat dia iri kepada teman nya yang bisa kuliah sedangkan dia hanya bisa menggur saja, lama kelamaan dia pun menjadi putus asa sehingga murung saja dikamar tetapi pada suatu saat dia di lecehkan oleh temannya karena dia tidak bisa kuliah dan menjadi sampah masyarakat, akhirnya dia bangkit dari terpurukan tersebut dan akan menunjukan bahwa kerja mungkin jalan satu-satunya agar dia bisa sukses. Dan bilang ke teman-temannya “ gua biasa sukses dari pada lu semua dan tidak jadi penghambat bagi gue ga kuliah, gua bisa kerja dan sukses, ga seperti S1 yang menjadi sampah saja mendapatkan gelar tapi ga bisa berbuat apa-apa”. Akhirnya mulai melamar pekerjaan walaupun ada pahitnya karena tidak sedikit lamaran kerjanya di tolak dan sudah 2 bulan lamanya ia belum bekerja juga atau pund panggil di perusahaan. Suatu hari akhirnya di panggil di oleh suatu perusahaan perbelanjaan, pertamanya dia menjadi pembantuan di perusahaan tersebut setalah 5 tahun kemudian dia menjadi meningkat jabatannya di perusahaan tersebut dan pada akhirnya dia menghasilkan uang yang cukup tinggi de perusahaan tersebut dan menjadi sukses.
Jadi dapat di simpulkan bahwa seseorang di posisikan di mana saja dan tidak penting kuliah atau pun kerja kesuksesan tidak ditentukan oleh itu semua tetapi hanya dapat di tentukan oleh kemampuan diri kita sendiri dalam melakukan kegiatan tersebut dan yang penting adalah terus berdoa dan usaha agar semuanya dapat berjalan dengan lancar. Sepahit apa pun resikonya kita janganlah mudah menyerah kita tunjukan kepada mereka bahwa kita bisa dan mampu untuk menjadi sukses dari mereka semua
Pesan saya ialah Allah tidak akan memberikan rezeki jika umatnya tidak meminta doa kepadanya dan berusaha semaksimal mungkin untuk meraih apa yang diharapkan orang tersebut maka dari itu bangkit dan semangatlah mengejar sesuatu impian kita tidak hanya dalam omongan saja tetapi harus dipraktekan agar semua menjadi terkabul.
the best a good think for your future so far ! so we must do it with the clear thinking,save a bad moment for wanna a sucssess a life ,and than choose a sucssess with your self.
Berfikir dengan baik karena masa depan itu jauh ! kalian harus melakukkan dengan pikiran jernih, simpan pengalaman buruk untuk menjadi motivasi hidup sukses dan pilihlah kesuksesasn itu dengan dirimu sendiri.
1. Tidak tau mau kemana setelah tamat sekolah
2. Bisa kah kuliah menjadi sukses ?
3. Bisa kah kerja menjadi sukses ?
Pada masa berakhirnya sekolah menengah atas (SMA) banyak kalang remaja yang bingung setalah itu mau kemana kah kita melangkah selanjutnya apa kah kita kuliah atau bekerja dulu. Mereka tidak tau pasti ingin mau ambil apa karena kurangnya informasi atau masukan yang meyakinkan mereka untuk mengambil keputusan. Banyak sekali remaja era saat ini yang salah mengambil keputusan tanpa pertimbangan atau nasehat dari orang tua karena anak jaman sekarang tuh malu minta pendapat orang tua dan malasnya mencari informasi, selalu seenaknya berbuat sendiri, merasa sudah besar bisa melangkah tanpa mempertimbangkannya. Untuk mengambil sebuah keputusan kita harus melihat kemampuan dalam arti luas yaitu dorongan hati logis sebuah otak yang mendorong terciptanya kesuksesaan dalam hidup. Beberapa faktor yang jika kita telaah arti kesuksesaaan itu adalah KEMAMPUAN, USAHA, dan KOMUNIKASI !
Banyak orang yang bercita-cita kan setelah saya lulus SMA ingin melanjutkan ke perguruan tinggi karena jika saya kuliah segala sesuatu nya pasti lebih mudah untuk masa depannya dan ada pula yang ingin bekerja dulu agar bisa membahagiakan orangtua nya. Semua itu tidak semudah apa yang kita pikirkan banyak sekali faktor-faktor yang mempengaruhi jalan menuju kesuksesan. Kuliah atau pun kerja bisa sukses jika kita meyakinin kegiatan yang kita lakukan. Terkadang banyak orang yang kuliah suka melecehkan teman yang kerja, karena dia berpandangan orang yang lulusan SMA langsung bekerja bisa apa paling juga jadi pembantuan saja. Ada pula seseorang yang ingin kuliah tetapi terbentur oleh faktor ekonomi yang membuat dia jatuh tetapi dia kembali bangkit dan akhirnya dia bisa kuliah gratis sampai lulus. Tentu semua itu butuh proses atau pengorbanan yang sulit. Untuk itu saya akan memberikan contoh bagi kalian semua.
ada 2 buah kisah yang saya ingin sampaikan yaitu kisah pertama seorang anak yang kuliahnya gratis sampai dia lulus dan kisah kedua seorang anak yang tidak bisa kuliah tetapi sukses dalam kerjanya padahal sama-sama lulusan SMA.
kisah pertama ialah saya mempunyai seorang teman waktu di SMA dia sangat rajin, ulet, dan multitalent yang artinya dia bisa melakukan semua kegiatan dan menjadi yang terbaik dalam kegiatan tersebut, pada akhir masa-masa sekolah SMA dia mempunyai nilai yang cukup tinggi dan dia pun di terima di universitas negeri tinggi tetapi malang nasibnya dia harus membayar uang gedung dan semesternya, dia pun tidak mampu membayarnya karena keluarganya kurang dalam masalah ekonomi akhirnya dia tidak jadi melanjutkan kuliah di universitas tersebut, tetapi dia tidak hanya berdiam diri saja dan putus asa dia pun bertindak cepat mencari jalan keluarnya. Pada saat itu ada sebuat universitas yang melakukan tes kepada calaon mahasiswa yang ingin kuliah gratis dengan mendapatkan beasiswa akhirnya dia ikut melakukankan tes tersebut dan belajar dengan sungguh-sungguh agar tercapainya cita-cita. Setelah dia mengikuti dan melihat langsung hasilnya dia sangat gembira sekali bahwa namanya ada dalam hasil tes tersebut, dan dia sujud syukur kepada Allah swt karena dengan bantuan-NYA lah dia bisa berhasil lulus dalam tes itu tidak lupa juga berterima kasih kepada kedua orangtuanya yang memberi doa restu kepadanya.
Kisah yang kedua ialah kisah yang mana ada seorang perempuan yang ingin sekali kuliah tetapi semua itu hanya mimpi baginya,mengapa demikian ? dikarenakan lagi-lagi faktor ekonomi yang menghambatnya untuk berprestasi. Temen saya yang satu ini sama kasusnya dengan kasus yang pertama karena dia pun sudah mengikuti berbagai tes yang menjalankan program beasiswa atau kuliah gratis tetapi waallahualam hasilnya kurang baik dia tidak di terima karena mungkin IQ dan skillnya kurang dalam memahami soal yang diberikan atau mungkin ada faktor lain yang bisa menjadikan dia tidak diterima, sempat dia iri kepada teman nya yang bisa kuliah sedangkan dia hanya bisa menggur saja, lama kelamaan dia pun menjadi putus asa sehingga murung saja dikamar tetapi pada suatu saat dia di lecehkan oleh temannya karena dia tidak bisa kuliah dan menjadi sampah masyarakat, akhirnya dia bangkit dari terpurukan tersebut dan akan menunjukan bahwa kerja mungkin jalan satu-satunya agar dia bisa sukses. Dan bilang ke teman-temannya “ gua biasa sukses dari pada lu semua dan tidak jadi penghambat bagi gue ga kuliah, gua bisa kerja dan sukses, ga seperti S1 yang menjadi sampah saja mendapatkan gelar tapi ga bisa berbuat apa-apa”. Akhirnya mulai melamar pekerjaan walaupun ada pahitnya karena tidak sedikit lamaran kerjanya di tolak dan sudah 2 bulan lamanya ia belum bekerja juga atau pund panggil di perusahaan. Suatu hari akhirnya di panggil di oleh suatu perusahaan perbelanjaan, pertamanya dia menjadi pembantuan di perusahaan tersebut setalah 5 tahun kemudian dia menjadi meningkat jabatannya di perusahaan tersebut dan pada akhirnya dia menghasilkan uang yang cukup tinggi de perusahaan tersebut dan menjadi sukses.
Jadi dapat di simpulkan bahwa seseorang di posisikan di mana saja dan tidak penting kuliah atau pun kerja kesuksesan tidak ditentukan oleh itu semua tetapi hanya dapat di tentukan oleh kemampuan diri kita sendiri dalam melakukan kegiatan tersebut dan yang penting adalah terus berdoa dan usaha agar semuanya dapat berjalan dengan lancar. Sepahit apa pun resikonya kita janganlah mudah menyerah kita tunjukan kepada mereka bahwa kita bisa dan mampu untuk menjadi sukses dari mereka semua
Pesan saya ialah Allah tidak akan memberikan rezeki jika umatnya tidak meminta doa kepadanya dan berusaha semaksimal mungkin untuk meraih apa yang diharapkan orang tersebut maka dari itu bangkit dan semangatlah mengejar sesuatu impian kita tidak hanya dalam omongan saja tetapi harus dipraktekan agar semua menjadi terkabul.
the best a good think for your future so far ! so we must do it with the clear thinking,save a bad moment for wanna a sucssess a life ,and than choose a sucssess with your self.
Berfikir dengan baik karena masa depan itu jauh ! kalian harus melakukkan dengan pikiran jernih, simpan pengalaman buruk untuk menjadi motivasi hidup sukses dan pilihlah kesuksesasn itu dengan dirimu sendiri.
Insidious: Kumpulan soal makroekonomi berserta pembahasannya
Insidious: Kumpulan soal makroekonomi berserta pembahasannya: SOAL HITUNGAN EKONOMI MAKRO LATIHAN MEMBUAT SOAL EKONOMI MAKRO 1 1. Tingkat Pertumbuhan Ekonomi SOAL: Suatu Negara pada tahun 2008 Pro...
Kamis, 03 Mei 2012
Reasons Why I Like Writting
Menulis itu menyenangkan. Tak terkira bahagianya, apabila kita tau
tulisan kita bisa menghibur orang lain. Atau bahkan bisa memberi
inspirasi, atau motivasi bagi orang lain. Membantu seseorang tak hanya
berupa materi bukan? Kita bisa berbagi. Baik berbagi ilmu, semangat,
impian, apa saja. Hanya dengan tulisan.
Menulis itu menenangkan. Sejak aku masih kelas 3 SD, aku sudah terbiasa menulis diary. Semua kejadian lucu, atau peristiwa penting dalam hidupku, terekam dalam lembar diary. Saat aku senang, marah, jengkel, sedih, atau apapun, menulis adalah caraku untuk meluapkannya. Kebiasaan itu terbawa sampai saat ini. Bagiku menulis untuk menuangkan suasana hati itu menenangkan, lewat menulis aku bisa lebih bebas sampai kemudian hatiku netral kembali. Kadang memang aku curhat pada seseorang, namun tak mungkin aku selalu mengandalkannya, aku tidak ingin membuat siapapun bosan atau malah terbebani oleh kisahku. Maka, aku tetap menulis, walau sekarang aku sudah beralih pada blog, atau hanya menulis di selembar kertas.
Menulis itu satu bentuk pencarian eksistensi diri. Saat menulis adalah saat dimana seorang penulis menumpahkan keegoisannya. Ia bebas menuliskan apa yang ia mau, mengekspresikan apa yang ia rasa. Oleh karenanya, Aku menjadikan tulisanku sebagai salah satu media evaluasi, menilai sendiri bagaimanakah jati diriku, bagaimanakah pribadiku, bagaimanakah emosiku. Karena eksistensi diriku, keegoisanku, kepribadianku, tercermin dari tulisanku.
Menulis itu belajar. Aku belajar untuk selalu berfikir kreatif, karena dengan kreatif aku akan bisa menulis lebih bagus lagi. Aku belajar sabar, karena saat menulis aku harus bersabar menyunting tulisanku, memperbaiki kesalahannya sedikit demi sedikit sampai menjadi sebuah tulisan yang layak.
Menulis itu hebat. Bukan perkara mudah bagi seorang penulis untuk merangkai kata demi kata hingga menjadi sebuah karya. Rasanya kagum pada diriku sendiri, ketika aku berhasil menyelesaikan satu karya lagi, satu lagi dan lagi. Apalagi jika tulisanku komunikatif, bermanfaat untuk orang lain.
Menulis itu seni. Tulisan itu karya seni. Siapapun yang menghargai sebuah tulisan, ia pasti menyadari seni-nya, indah-nya sebuah tulisan. Saat aku menulis, aku bisa memberikan suatu suasana, atau suatu rasa, juga menyelipkan suatu pesan di dalam tulisanku. Di situlah seni-nya, dan itu tidak mudah, tapi menyenangkan. Bagiku, seni menulis, (ataupun seni lainnya), berpengaruh besar dalam mengolah rasa dan melatih kepekaan, termasuk kepekaanku terhadap lingkungan di sekitarku.
Semua yang aku sebutkan di atas, adalah opiniku, semua yang aku rasakan mengenai hobiku, menulis. Masih banyak sejujurnya, karena memang banyak rasa yang timbul ketika aku sedang menulis. Dan aku yakin setiap penulis punya rasa masing-masing. Apapun opininya, yang lebih penting adalah semangat untuk selalu berkarya, karya yang lebih baik, dan bisa bermanfaat bagi orang lain.
Memang, aku hanyalah seorang penulis amatir. Karyaku hanya seputar jurnal harian, dan aku baru saja memberanikan diri untuk menulis cerita pendek fiksi, itupun berasal dari kehidupanku, atau kehidupan di sekitarku. Apa yang ada di benakku itulah yang aku tulis. Aku belum percaya diri untuk menulis puisi atau mencoba karya tulis lainnya. Tulisanku masih berantakan dan kualitasnya jauh dari bagus. Tapi aku berusaha, terus berusaha untuk tetap menulis. Bila Tuhan berkehendak, dan aku terus mencoba, ide dan semangat untuk menulis akan selalu datang. Dan lagi, aku bersyukur aku cinta membaca. Apapun kubaca, novel tebal, majalah fashion, sampai billboard di tengah jalan. Dengan membaca aku bisa memperkaya ideku, dan menambah kecintaanku pada tulisan. Dan aku percaya, semakin banyak aku membaca, akan semakin baik tulisanku
Menulis itu menenangkan. Sejak aku masih kelas 3 SD, aku sudah terbiasa menulis diary. Semua kejadian lucu, atau peristiwa penting dalam hidupku, terekam dalam lembar diary. Saat aku senang, marah, jengkel, sedih, atau apapun, menulis adalah caraku untuk meluapkannya. Kebiasaan itu terbawa sampai saat ini. Bagiku menulis untuk menuangkan suasana hati itu menenangkan, lewat menulis aku bisa lebih bebas sampai kemudian hatiku netral kembali. Kadang memang aku curhat pada seseorang, namun tak mungkin aku selalu mengandalkannya, aku tidak ingin membuat siapapun bosan atau malah terbebani oleh kisahku. Maka, aku tetap menulis, walau sekarang aku sudah beralih pada blog, atau hanya menulis di selembar kertas.
Menulis itu satu bentuk pencarian eksistensi diri. Saat menulis adalah saat dimana seorang penulis menumpahkan keegoisannya. Ia bebas menuliskan apa yang ia mau, mengekspresikan apa yang ia rasa. Oleh karenanya, Aku menjadikan tulisanku sebagai salah satu media evaluasi, menilai sendiri bagaimanakah jati diriku, bagaimanakah pribadiku, bagaimanakah emosiku. Karena eksistensi diriku, keegoisanku, kepribadianku, tercermin dari tulisanku.
Menulis itu belajar. Aku belajar untuk selalu berfikir kreatif, karena dengan kreatif aku akan bisa menulis lebih bagus lagi. Aku belajar sabar, karena saat menulis aku harus bersabar menyunting tulisanku, memperbaiki kesalahannya sedikit demi sedikit sampai menjadi sebuah tulisan yang layak.
Menulis itu hebat. Bukan perkara mudah bagi seorang penulis untuk merangkai kata demi kata hingga menjadi sebuah karya. Rasanya kagum pada diriku sendiri, ketika aku berhasil menyelesaikan satu karya lagi, satu lagi dan lagi. Apalagi jika tulisanku komunikatif, bermanfaat untuk orang lain.
Menulis itu seni. Tulisan itu karya seni. Siapapun yang menghargai sebuah tulisan, ia pasti menyadari seni-nya, indah-nya sebuah tulisan. Saat aku menulis, aku bisa memberikan suatu suasana, atau suatu rasa, juga menyelipkan suatu pesan di dalam tulisanku. Di situlah seni-nya, dan itu tidak mudah, tapi menyenangkan. Bagiku, seni menulis, (ataupun seni lainnya), berpengaruh besar dalam mengolah rasa dan melatih kepekaan, termasuk kepekaanku terhadap lingkungan di sekitarku.
Semua yang aku sebutkan di atas, adalah opiniku, semua yang aku rasakan mengenai hobiku, menulis. Masih banyak sejujurnya, karena memang banyak rasa yang timbul ketika aku sedang menulis. Dan aku yakin setiap penulis punya rasa masing-masing. Apapun opininya, yang lebih penting adalah semangat untuk selalu berkarya, karya yang lebih baik, dan bisa bermanfaat bagi orang lain.
Memang, aku hanyalah seorang penulis amatir. Karyaku hanya seputar jurnal harian, dan aku baru saja memberanikan diri untuk menulis cerita pendek fiksi, itupun berasal dari kehidupanku, atau kehidupan di sekitarku. Apa yang ada di benakku itulah yang aku tulis. Aku belum percaya diri untuk menulis puisi atau mencoba karya tulis lainnya. Tulisanku masih berantakan dan kualitasnya jauh dari bagus. Tapi aku berusaha, terus berusaha untuk tetap menulis. Bila Tuhan berkehendak, dan aku terus mencoba, ide dan semangat untuk menulis akan selalu datang. Dan lagi, aku bersyukur aku cinta membaca. Apapun kubaca, novel tebal, majalah fashion, sampai billboard di tengah jalan. Dengan membaca aku bisa memperkaya ideku, dan menambah kecintaanku pada tulisan. Dan aku percaya, semakin banyak aku membaca, akan semakin baik tulisanku
My Dream
Adalah sebuah catatan kecil yang akhirnya berani ku tuliskan dan ku
ikrarkan. Rangkaian mimpi dan cita-cita serta harapan dari seorang anak
manusia. Catatan ini sama sekali tidak bermaksud untuk menyombongkan
diri. Aku pun tidak melarang kalian untuk menertawakan atau
mengolok-olok mimpi ku.
Tujuan ku mempublish catatan ini , aku ingin kalian menjadi pengontrol kehidupan ku, ketika aku lalai dari impian ku, maka kalian dapat mengingatkan dan yang paling penting aku mengharapkan do’a dari kalian agar impian ku dapat terwujud, karena aku sangat yakin dengan kekuatan mimpi dan do’a semua akan menjadi kenyataan.
Inilah mimpi-mimpiku yang coba aku rangkai satu persatu:
2011
Semester 1: - IPK 3,00
2012
Semester 2: -IPK 3,35
-Mengajar di lapak sekitar kampus (interaction)
Semester 3: -IPK 3,50
-Menjadi anggota HIMiespa fe Unlam
-Panitia temu himiespa 2012 (Staff acara)
2013
Semester 4: -IPK 3,55
- Mengajar di lapak sekitar kampus (interaction)
-menjadi ketua umum himiespa fe unlam
Semester 5: -IPK 3,70
-menulis artikel tentang pembangunan daerah untuk koran lokal.
2014
Semester 6: -IPK 3,85
-Menyusun proposal permohonan skripsi
Semester 7: -IPK 3,90
-Fokus menyusun skripsi
-lulusan terbaik S-1 iesp 2014
2015:
-melanjutkn s2 ekonomi pembangunan
2017
-beradaptasi dengan lingkungan kerja
-bekerja d bank.
2018: -Menabung dan mempersiapkan diri untuk membina keluarga
2019: -Menikah
2024:
-memiliki 2orang anak
2026: -beasiswa S-3 ekonomi pembangunan
2030-….: - melanjutkan karir
-mendirikan yayasan pendidikan untuk anak-anak jalanan
-tetap mengabdi pada masyarakat dan agama.
Sebuah mimpi hanya akan menjadi kenangan jika tidak ada ikhtiar. Sebuah mimpi hanya akan menjadi layaknya debu jika tidak ada doa yang mengiringinya.
Oleh karena itu aku sangat mengharapkan doa dari kalian semua sebagai penguat mimpi ku agar dapat terwujud. Aku yakin keikhlasan doa kalian mampu mengantarku mencapai satu demi satu mimpiku.
Terimakasih kepada kalian semua yang telah mau meluangkan waktu untuk membaca proposal kehidupanku. Terimakasih kepada kalian yang telah mengirimkan do’anya untuk ku. Dan aku berharap semoga kalian juga dapat menggapai impian kalian.
Tujuan ku mempublish catatan ini , aku ingin kalian menjadi pengontrol kehidupan ku, ketika aku lalai dari impian ku, maka kalian dapat mengingatkan dan yang paling penting aku mengharapkan do’a dari kalian agar impian ku dapat terwujud, karena aku sangat yakin dengan kekuatan mimpi dan do’a semua akan menjadi kenyataan.
Inilah mimpi-mimpiku yang coba aku rangkai satu persatu:
2011
Semester 1: - IPK 3,00
2012
Semester 2: -IPK 3,35
-Mengajar di lapak sekitar kampus (interaction)
Semester 3: -IPK 3,50
-Menjadi anggota HIMiespa fe Unlam
-Panitia temu himiespa 2012 (Staff acara)
2013
Semester 4: -IPK 3,55
- Mengajar di lapak sekitar kampus (interaction)
-menjadi ketua umum himiespa fe unlam
Semester 5: -IPK 3,70
-menulis artikel tentang pembangunan daerah untuk koran lokal.
2014
Semester 6: -IPK 3,85
-Menyusun proposal permohonan skripsi
Semester 7: -IPK 3,90
-Fokus menyusun skripsi
-lulusan terbaik S-1 iesp 2014
2015:
-melanjutkn s2 ekonomi pembangunan
2017
-beradaptasi dengan lingkungan kerja
-bekerja d bank.
2018: -Menabung dan mempersiapkan diri untuk membina keluarga
2019: -Menikah
2024:
-memiliki 2orang anak
2026: -beasiswa S-3 ekonomi pembangunan
2030-….: - melanjutkan karir
-mendirikan yayasan pendidikan untuk anak-anak jalanan
-tetap mengabdi pada masyarakat dan agama.
Sebuah mimpi hanya akan menjadi kenangan jika tidak ada ikhtiar. Sebuah mimpi hanya akan menjadi layaknya debu jika tidak ada doa yang mengiringinya.
Oleh karena itu aku sangat mengharapkan doa dari kalian semua sebagai penguat mimpi ku agar dapat terwujud. Aku yakin keikhlasan doa kalian mampu mengantarku mencapai satu demi satu mimpiku.
Terimakasih kepada kalian semua yang telah mau meluangkan waktu untuk membaca proposal kehidupanku. Terimakasih kepada kalian yang telah mengirimkan do’anya untuk ku. Dan aku berharap semoga kalian juga dapat menggapai impian kalian.
Langganan:
Postingan (Atom)
